Pembelajaran Berdiferensiasi

 Pembelajaran Berdiferensiasi

     Merdeka belajar tentunya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kemampuan dan bakatnya dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu peserta didik juga menerima pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya dan profil belajarnya. Untuk itu perlu melakukan perubahan gaya mengajar kita agar mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

    Menurut Tomlinson (2001) pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid . Pembelajaran ini memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan belajarnya masing - masing. Namun apakah ini mengharuskan guru memenuhi setiap kebutuhan murid dengan melayani mereka satu per satu? Ataukah kita harus mengelompokkan mereka sesuai dengan kepintaran mereka?

    Ciri - ciri pembelajaran berdiferensiasi yaitu:

  1. kurikulum memiliki tujuan pembelajaran berdiferensiasi yang jelas, namun bukan hanya guru yang memiliki tujuan namun juga murid.
  2. Dapat menanggapi dan merespon kebutuhan belajar muridnya dengan cara menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Misalnya sumber belajar yang berbeda, cara belajar yang berbeda, penugasan maupun penilaian yang berbeda.
  3. Guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar.
  4. Manajemen kelas yang efektif.
  5. Penilaian berkelanjutan untuk dapat menentukan murid yang masih ketinggalan atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
Pembelajaran berdiferensiasi ini berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Selanjutnya menurut Tomlinson, kita dapat mengkategorikan kebutuhan siswa menjadi 3 yaitu kesiapan, minat, dan profil belajar.

1. Kesiapan Belajar Murid

    Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut.

    Menurut Tomlinson, merancang pembelajaran berdiferensiasi mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Tentunya kita akan menggeser tombol equalizer tersebut untuk mendapatkan kombinasi suara terbaik. Demikian juga dalam mengajar, menyesuaikan "tombol" dengan tepat untuk berbagai kebutuhan murid akan menyamakan peluang mereka untuk mendapatkan materi, jenis kegiatan dan menghasilkan produk belajar yang tepat di kelas.

    Tombol - tombol equalizer tersebut mewakili beberapa perspektif yang dapat kita gunakan untuk menentukan tingkat kesiapan murid. Ada 6 persfektif dalam equalizer yang diperkenalkan oleh Tomlinson.

       Perlu diingat bahwa kesiapan belajar murid bukanlah tentang tingkat intelektualitas (IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan. Adapun tujuan melakukan identifikasi atau pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan murid terpenuhi kebutuhan belajarnya.

2. Minat Belajar Murid

        Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Tomlinson mengatakan bahwa tujuan melakukan pembelajaran yang berbasis minat, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar
  • mendemonstrasikan keterhubungan antar semua pembelajaran
  • menggunakan keterampilan atau ide yang dikenal murid sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang krang dikenal atau baru bagi mereka
  • meningkatkan motivasi murid untuk belajar
    Karena minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat 'terlibat aktif' dalam proses pembelajaran, maka memahami kedua perspektif tentang minat di atas akan membantu guru untuk dapat mempertimbangkan bagaimana ia dapat mempertahankan atau menarik minat murid - muridnya dalam belajar.
    Untuk membantu guru mempertimbangkan pilihan yang mungkin dapat diberikan pada murid, guru dapat mempertimbangkan area minat dan moda ekspresi yang mungkin digunakan oleh murid-murid mereka. (Tomlinson, 2001)

3. Profil Belajar Murid

Profil belajar mengacu pada cara - cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Preferensi terhadap lingkungan belajar, misalnya terkait dengan suhu ruangan, tingkat kebisingan, jumlah cahaya, apakah lingkungan belajarnya terstruktur/tidak terstruktur,  dsb. 
  • Contohnya: mungkin ada anak yang tidak dapat belajar di ruangan yang terlalu dingin, terlalu bising, terlalu terang, dsb.  
  • Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
  • Preferensi gaya belajar.
  • Gaya belajar adalah bagaimana murid memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat informasi baru.  Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu:
  1. visual: belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, menampilkan diagram, power point, catatan, peta, graphic organizer ); 
  2. auditori: belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca dengan keras, mendengarkan pendapat  saat berdiskusi, mendengarkan musik); 
  3. kinestetik: belajar sambil melakukan (misalnya bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dsb).
  4. Mengingat bahwa murid-murid kita memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, maka penting bagi guru untuk berusaha untuk menggunakan kombinasi gaya mengajar.
  • Preferensi berdasarkan kecerdasan  majemuk (multiple  intelligences): visual-spasial, musical, bodily-kinestetik, interpersonal, intrapersonal, verbal-linguistik, naturalis, logic-matematika. 

Komentar