Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Jurnal Refleksi Minggu 9

Gambar
 

RPP Pembelajaran Berdiferensiasi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  SECARA DARING (ONLINE) Satuan Pendidikan                     : SMP Negeri 1 Tanjungpandan Mata Pelajaran                               : IPA Kelas/Semester                               : 7/Genap Materi Pokok                               : Pencemaran Air Tahun Pembelajaran                          : 2021/2022 Alokasi Waktu                               : 2 x 40 Menit (1 x Pertemuan) 1. Kompetensi Dasar 3.8. Menganalisis terjadinya pencemara...

Pembelajaran Berdiferensiasi

Gambar
 Pembelajaran Berdiferensiasi        Merdeka belajar tentunya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kemampuan dan bakatnya dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu peserta didik juga menerima pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya dan profil belajarnya. Untuk itu perlu melakukan perubahan gaya mengajar kita agar mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.      Menurut Tomlinson (2001) pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid . Pembelajaran ini memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan belajarnya masing - masing. Namun apakah ini mengharuskan guru memenuhi setiap kebutuhan murid dengan melayani mereka satu per satu? Ataukah kita harus mengelompokkan mereka sesuai dengan kepintaran mereka?      Ciri - ciri pembelajaran berdiferensiasi yaitu: kurikulum memiliki tujuan pembelajaran ber...

Aksi Nyata "Budaya Positif" di Sekolah di SMP Negeri 1 Tanjungpandan

Gambar
Penerapan Budaya Positif di Lingkungan Sekolah oleh: Fitria Sarmida, S.Pd. Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Sebagai seorang pendidik perlu membangun dan mewujudkan budaya positif di sekolah untuk mencapai cita - cita pendidikan bangsa Indonesia. Budaya positif itu sendiri merupakan cara yang ditempuh supaya anak - anak didik kita memiliki nilai - nilai kebajikan maupun nilai - nilai universal. Budaya positif dimulai dari perubahan paradigma guru mengenai murid - murid, seperti: 1. Ilusi bahwa guru mengontrol murid 2. Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat 3. Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa bersalah dapat menguatkan karakter 4. Ilusi bahwa orang dewasa berhak untuk memaksa. Untuk membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid - murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri dan bertanggungjawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dij...